Bagaimana bahasa tubuh suami sayang istri? Karena suami biasanya tidak suka ngomong, maka istri harus pandai-pandai periksa apakah suaminya benar-benar sayang. Menyatakan “I love you” adalah cara wanita menyatakan sayang.
Mereka senang ketika pasangan mereka menyatakan itu. Bayangan mereka suami juga seperti mereka, suka bilang “I love you”. Tapi tidak demikian dengan suami. Ia mencintai dengan memberikan nafkah untuk anak dan istrinya.
Mencintai Adalah Memberi Nafkah
Sebagian besar suami, secara alami sudah punya pikiran seperti ini. Mereka selalu menganggap diri mereka adalah yang menyediakan kebutuhan keluarga. Dan pikiran itu selalu ada tidak pernah hilang.
Bahkan menurut suami, pria adalah tulang punggung keluarga. Bila mereka tidak mampu mencukupi keluarga, maka harga diri mereka akan hancur.
Bahkan bila kau (istri) mampu bekerja dan membantu ekonomi keluarga, hal itu tidak bisa menghilangkan tekanan bahwa dialah yang seharusnya memberi nafkah. Ini pikiran alami pria.
Baca juga: Perbedaan Laki-laki dan Perempuan, Optimalnya Bagaiamana?
Masalah yang sering muncul adalah waktu yang digunakan untuk bekerja terlalu banyak , sedikit waktu bersama keluarga. Dan ini memberi dilema bagi para suami-istri.
Seharusnya libur, kemudian ada telepon dari atasan memintanya ke kantor. Bagaimana mungkin suami kemudian mengatakan tidak? Karena hal ini akan membuat ia dalam posisi bahaya.
Bila atasannya tidak senang, maka pekerjaannya terancam. Dan ketika pekerjaan terancam, maka ia khawatir tidak bisa memberi nafkah ke keluarganya.
Maka masalah bekerja ini bagi suami adalah masalah yang sangat emosional. Ketika tidak mampu memberi nafkah, para suami berpikir bahwa seolah-olah bahwa mereka tidak mencintai keluarga.
Istri Berpikir Jarang Diperhatikan Berarti Tidak Dicintai
Di sisi lain, kau kadang mengeluhkan betapa kau jarang diperhatikan. Waktu suami banyak dihabiskan untuk bekerja. Inilah yang sering dibingungkan oleh para suami.
Di satu sisi mereka harus bekerja keras karena istri meminta rumah, mobil, ini dan itu. Maka untuk memenuhi kebutuhan ini, para suami harus bekerja keras dan menghabiskan banyak waktu.
Tapi di sisi yang lain, kau, istrinya meminta waktu dan perhatian lebih banyak. Karena menurutmu bila tidak memberikan perhatian berarti tidak cinta. Ini dilema bagi suami. Dia bingung bagaimana mengungkapkannya.
Maka, hendaknya kau, para istri, bisa memahaminya. Ketika suami banyak menghabiskan waktu dalam pekerjaan atau memenuhi permintaan atasan, ia ingin membuktikan cinta.
Tapi memang bukan berarti semua harus dikorbankan. Waktu dan perhatian untuk keluarga juga sangat penting. Intinya pahamilah kebutuhan mental suami untuk jadi pemberi nafkah.
Terlebih saat kondisi keuangan sedang sulit. Saat hasil yang diharapkan tidak sesuai. Berhati-hatilah menyampaikan kekurangan yang harus dipenuhi. Tanpa kau beritahu, suami sebenarnya sudah berpikir keras bagaimana ia bisa memenuhi kebutuhan itu.
Tetaplah dukung dia. Sampaikan bahwa kerja kerasnya untuk keluarga memang berharga. Ucapkan terima kasih setiap hari kepada suami karena telah menyediakan nafkah untuk keluarga. Hal ini akan menjadi penyejuk di antara hiruk pikuk dan penatnya suami dalam bekerja.
Bahasa tubuh suami sayang istri ternyata mudah. Apakah ia bersemangat mencari nafkah? Berarti ia masih sayang keluarganya.
Wallahu a’lam.
Tulisan ini berasal dari For Women Only, Bab 4 The Loneliest Burden, How His Need to Provide Weighs Your Men Down, And Why He Likes It That Way